|
Hadiah-Hadiah Yang Berharga Lainnya
Seorang pemelihara Sabat yang sejati tidak akan menjadi orang yang tidak berterima kasih. Sebaliknya, ia akan bersyukur dalam segala perkara, sambil mengucapkan terima kasih kepada Tuhan untuk hadiah kelimpahan dan juga untuk hadiah kekurangan; dan baik dalam kemakmuran atau dalam sengsara, dari hatinya akan mengatakan bersama-sama dengan Paulus : "Bukannya aku berkata demikian sebab kekurangan, karena sudah kupelajari, dalam keadaan apa pun aku berada supaya puas dengan keadaan itu. Aku tahu bagaimana supaya sangat berhemat, dan aku tahu bagaimana bermewah-mewah; di mana saja dan dalam segala perkara kepadaku telah diberi petunjuk baik untuk kenyang maupun untuk lapar, baik untuk melimpah ruah maupun untuk menderita kekurangan." Pilipi 4: 11, 12.
Sebab itu setiap orang Kristen yang sejati, baik dalam udara yang buruk atau pun cerah; akan belajar memimpin orang-orang lain kepada Kristus, sambil ingat bahwa "bagi setiap perkara ada musimnya, dan ada masanya bagi setiap maksud di bawah langit: Suatu masa untuk lahir, dan suatu masa untuk mati; suatu masa untuk menanam, dan suatu masa untuk memetik apa yang ditanam; suatu masa untuk membunuh, dan suatu masa untuk menyembuhkan; suatu masa untuk menghancurkan, dan suatu masa untuk membangun; suatu masa untuk menangis, dan suatu masa untuk tertawa; suatu masa untuk bersedih hati, dan suatu masa untuk berdansa; suatu masa untuk membuang batu-batu, dan suatu masa untuk menghimpun batu-batu; suatu masa untuk merangkul, dan suatu masa untuk menolak merangkul; suatu masa untuk memperoleh, dan suatu masa untuk kehilangan; suatu masa untuk memelihara, dan suatu masa untuk membuang; suatu masa untuk merobek-robek dan suatu masa untuk menyakitkan; suatu masa untuk berdiam diri, dan suatu masa untuk berbicara; suatu masa untuk mencintai, dan suatu masa untuk membenci; suatu masa peperangan , dan suatu masa perdamaian." Alkhatib 3 : 1 - 8.
Setia sesuai imannya, dalam penghargaan yang penuh hormat dan syukur, pengikut Kristus yang setia akan berterima kasih untuk hadiah setiap masa dan musim, untuk hadiah kelimpahan dan untuk hadiah kekurangan, juga untuk hadiah sebuah rumah tangga dan untuk hadiah orang-orang yang dikasihi yaitu suami, istri, dan anak-anak; seorang ayah dan seorang ibu; para anggota keluarga dan terman-teman. Dan ia akan menghormati dengan penuh syukur akan perintah Tuhan yang berbunyi:
"SUAMI-SUAMI, cintailah istri-istrimu, sama seperti Kristus juga telah mencintai sidang, dan telah menyerahkan diri-Nya baginya; supaya dapat Ia menyucikan dan membersihkannya dengan basuhan air oleh Firman, supaya dapat Ia memberikannya kepada diri-Nya sebuah sidang yang mulia, tidak bercacad-cela, atau berkerutan, atau pun sesuatu yang sedemikian, melainkan agar supaya ia itu suci dan tanpa cela. Sebab itu orang-orang harus mencintai istri mereka seperti akan dirinya sediri. Orang yang mencintai istrinya adalah mencintai dirinya sendiri. Karena tidak seorang pun yang membenci akan dirinya, tetapi tetap memberi makan dan menghargainya, sama seperti Tuhan terhadap sidang; karena kita adalah anggota-anggota dari tubuh-Nya, dari dagingNya, dan dari tulang-tulang-Nya. Karena alasan inilah orang laki-laki akan meninggalkan bapa dan ibunya, lalu menggabungkan diri kepada isterinya, dan keduanya akan menjadi sedaging jua." Epesus 5 : 25 - 31.
"ISTRI-ISTRI, tundukIah kamu kepada suami-suamimu, sama seperti kepada Tuhan. Karena suami adalah kepala dari istri, sama seperti Kristus adalah kepala dari sidang; dan Ia adalah penyelamat tubuh. Oleh sebab itu sebagaimana sidang tunduk kepada Kristus, maka hendakIah istri-istri tunduk kepada suami-suami mereka dalam segala perkara." Ayat 22 - 24. "Karena wanita yang bersuami itu secara hukum adalah terikat kepada suaminya selama ia hidup; tetapi jika suaminya meninggal, maka bebaslah ia daripada hukum suaminya." Rum 7 : 2.
"SEBAB ITU KEPADA MEREKA YANG TIDAK KAWIN DAN PARA JANDA aku mengatakan: BaikIah bagi mereka itu sekiranya mereka tetap tinggal seperti aku. Tetapi jika mereka tidak dapat bertahan, maka hendakIah mereka kawin karena adalah lebih baik kawin daripada hangus.
"DAN KEPADA MEREKA YANG SUDAH KAWIN aku perintahkan, tetapi bukan aku, melainkan Tuhan: Janganlah istri menceraikan suaminya; melainkan dan jika ia bercerai, maka hendakIah ia tetap tinggal menjanda, atau hendakIah ia kembali berdamai dengan suaminya; dan janganlah suami menceraikan isterinya. Tetapi kepada yang lainnya aku mengatakan, bukan Tuhan:
"JIKA SEORANG SAUDARA BERISTRIKAN SESEORANG YANG TIDAK BERIMAN, dan wanita itu senang tinggal bersama dengannya, maka janganlah ia menceraikannya. Dan wanita yang bersuamikan seseorang yang tidak beriman, jika suami itu senang tinggal bersama dengannya, maka janganlah ia meninggalkan suaminya itu. Karena suami yang tidak beriman itu akan dikuduskan oleh istrinya, dan istri yang tidak beriman itu akan dikuduskan oleh suaminya; sekiranya tidak demikian anak-anakmu tadinya adalah cemar, tetapi kini mereka adalah suci. Tetapi jika pasangan yang 'tidak beriman itu mau bercerai, maka biarlah ia bercerai. Seorang saudara atau pun saudari tidak terikat dalam kasus-kasus sedemikian ini; tetapi Allah telah memanggil kita kepada kedamaian. Karena bagaimanakah dapat engkau tahu, hai istri, apakah engkau kelak dapat menyelamatkan suamimu? Atau bagaimanakah engkau tahu, hai suami, apakah engkau kelak dapat menyelamatkan istrimu ?
"HENDAKLAH SETIAP ORANG TETAP TINGGAL DALAM PANGGILAN YANG SAMA dimana ia sudah terpanggil. Adakah engkau terpanggil sebagai seorang harnba? Janganlah menghiraukannya; tetapi jika engkau dapat dimerdekakan, maka manfaatkanlah itu. Karena, orang yang terpanggil dalam Tuhan sebagai hamba, ialah orang merdeka milik Tuhan; demikian pula halnya orang yang terpanggil sebagai orang merdeka ialah hamba milik Kristus. Kamu telah dibeli dengan harga yang mahal, maka janganlah kamu menjadi hamba-harnba dari manusia. Saudara-Saudara, hendaklah setiap orang, dalam mana ia terpanggil, hendaklah ia tetap dalam panggilan itu bersama dengan Allah.
"KINI TERHADAP ANAK-ANAK DARA tiada padaku perintah Tuhan; namun aku memberikan keputusanku sebagai seorang yang telah memperoleh karunia dari Tuhan untuk berlaku setia. Sebab itu menurut pendapatku, bahwa ini adalah baik bagi keadaan yang sukar sekarang ini, kataku, bahwa adalah baik bagi orang tinggal saja begitu.
"ADAKAH ENGKAU TERIKAT PADA SESEORANG ISTRI ? Janganlah berusaha untuk bercerai. Adakah engkau bebas sudah dari seseorang istri? Jangan lagi berusaha mencari istri. Tetapi dan jika engakau kawin, engkau tidak berdosa; dan jika seseorang anak dara kawin, ia tidak berdosa. Meskipun demikian orang-orang yang sedemikian ini akan ditimpa kesusahan badani; tetapi aku ingin menghindarkan kamu dari kesusahan itu.
"Tetapi inilah yang kukatakan, Saudara-Saudaraku, bahwa waktunya sudah singkat (kerajaan itu segera datang); yaitu agar mereka yang mempunyai istri (pada waktu ini) supaya berlaku seolah-olah mereka tidak beristri; dan mereka yang menangis, seolah-olah mereka tidak menangis; dan mereka yang bersukaria, seolah-olah mereka tidak bersukaria; dan mereka yang membeli seolah-olah mereka tidak memiliki; dan mereka yang memanfaatkan dunia ini, seolah-olah tidak menyalah-gunakannya; karena mode dunia ini akan berlalu (lalu datang Kerajaan Allah yang di dalamnya semua akan sama). Tetapi aku ingin kamu hidup tanpa kekhawatiran (janganlah perkara-perkara dunia ini menyusahkan kamu; sekaliannya itu hanya untuk sementara, sedangkan kerajaan itu adalah untuk selama-lamanya).
"ORANG YANG TIDAK KAWIN mengurusi perkara-perkara kepunyaan Tuhan, bagaimana ia dapat membuat Tuhan berkenan atas dirinya; tetapi orang yang kawin mengurusi perkara-perkara yang berasal dari dunia ini, bagaimana ia dapat menyenangkan istrinya. Ada juga perbedaan di antara seorang istri dan seorang anak dara. Wanita yang tidak kawin mengurusi perkara-perkara dari Tuhan, supaya ia dapat menjadi suci baik badaniah maupun rohaniah; tetapi wanita yang kawin mengurusi perkara-perkara dunia ini, bagaimana ia dapat menyenangkan suaminya." 1 Korinthi 7 : 8 - 16, 20 - 34. Oleh sebab itu, maka orang yang tidak kawin tidak akan banyak bebannya.
"JIKA SESEORANG MENGINGINKAN JABATAN GEMBALA SIDANG, maka ia menginginkan suatu pekerjaan yang baik. Maka seorang gembala sidang harus tidak tercela, suami dari seorang istri saja, menahan diri, sederhana, berkelakuan baik, suka memberi tumpangan, cakap mengajar orang; bukan peminum anggur, bukan seorang yang suka berkelahi, bukan orang yang tama akan uang yang keji; melainkan sabar, bukan seorang perusuh, bukan orang yang rakus; melainkan orang yang memerintah rumah tangganya dengan baik, yang disegani dan dihormati oleh anak-anaknya; (Karena jika seseorang tidak tabu bagaimana memerintahkan rumah tangganya sendiri, maka bagaimanakah kelak ia mengurusi sidang Allah ?) bukan seorang baru yang tidak berpengalaman, supaya jangan karena ditinggikan dalam kesombongan ia jatuh ke dalam tuduhan iblis. Lagi pula ia harus memiliki nama yang baik di antara orang-orang yang di luar; supaya jangan ia jatuh ke dalam celaan dan jerat iblis.
"DEMIKIAN PULA PARA DIAKON HARUS berlaku terhormat, tidak bercabang lidah, bukan penggemar air anggur, tidak tama akan uang yang keji; melainkan orang yang memelihara rahasia iman dalam pikiran yang bersih. Dan mereka ini pun harus diuji Iebih dulu, baharu ditetapkan dalam jabatan diakon, setelah ternyata tidak bercacad cela. Demikian pula istri-istri mereka harus berlaku terhormat, bukan orang-orang yang suka memfitnah, melainkan sederhana, setia dalam segala perkara. Para diakon hendaknya orang-orang yang beristri seorang saja, yang memerintahkan anak-anaknya dan rumah-rumah tangganya dengan baik. Karena mereka yang melayani dengan baik akan memperoleh bagi dirinya kedudukan yang baik, sehingga dalam iman kepada Kristus Yesus mereka dapat bersaksi dengan leluasa.
"Segala perkara ini kutuliskan kepadamu, sambil berharap untuk datang segera kepadamu; tetapi sekiranya aku terlambat, agar dapat diketahui olehmu bagaimana engkau harus memperlakukan dirimu di dalam rumah Allah, yaitu sidang dari Allah yang hidup, pilar dan landasan kebenaran itu." 1 Timotius 3 : 1 - 15.
"ORANG YANG MENGATAKAN BAHWA IA BERADA DALAM TERANG, tetapi membenci saudaranya, sesungguhnya ia berada dalam kegelapan bahkan sampai kepada hari ini. Orang yang mencintai saudaranya tetap berada dalam terang, maka dalam dia tidak ada kesempatan untuk terantuk. Tetapi orang yang membenci saudaranya berada dalam kegelapan, dan berjalan dalam kegelapan, dan tidak megetahui ke mana tujuannya, sebab kegelapan itu membutakan matanya.
"AKU MENULIS KEPADAMU, HAI ANAK-ANAK, sebab dosa-dosamu diampuni demi kepentingan nama-Nya.
"AKU MENULIS KEPADAMU, HAI BAPA-BAPA, sebab kamu sudah mengenal DIA yaitu semenjak dari mulanya.
AKU MENULIS KEPADAMU HAI ORANG-ORANG MUDA, sebab kamu sudah mengalahkan si jahat itu.
"AKU MENULIS KEPADAMU, HAI ANAK-ANAK, sebab kamu sudah mengenal BAPA.
"AKU SUDAH MENULIS KEPADAMU, HAI BAPA-BAPA, sebab kamu sudah mengenai DIA yaitu semenjak dari mulanya.
"AKU SUDAH MENULIS KEPADAMU, HAI ORANG-ORANG MUDA, sebab kamu kuat, dan Firman Allah tetap ada di dalam kamu, dan kamu sudah mengalahkan si jahat itu. Janganlah mencintai dunia, dan segala perkara yang ada di dalamnya.
"JIKA SESEORANG MENCINTAI DUNIA, maka cinta dari Bapa tidak akan berada di dalam dia. Karena semua yang ada di dalam dunia, napsu keinginan daging, dan napsu keinginan mata, dan kesombongan hidup, adalah bukan dari Bapa asalnya, melainkan berasal dari dunia. Maka dunia akan berlalu berikut napsu keinginannya; tetapi orang yang melakukan kehendak Bapa akan tetap selama-lamanya. Anak-anak, inilah waktu yang terakhir; maka sebagaimana kamu telah ,mendengar bahwa anti kristus itu akan datang, bahkan sekarang terdapat banyak anti kristus itu; olehnya kita mengetahui bahwa inilah waktu yang terakhir" (akhir dunia). 1 Yahya 2 : 9 - 18.
"Lihatlah betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita dapat disebut anak-anak Allah; oleh sebab itu dunia tidak mengenal kita, sebab ia tidak mengenal Dia. Kekasihku, sekarang kita adalah anak-anak Allah, dan ia itu belum tampak bagaimana keadaan kita kelak, tetapi kita mengetahui, bahwa apabila Ia muncul kelak, maka kita akan jadi seperti Dia; karena kita akan menyaksikan Dia sebagaimana Ia adanya. Maka setiap orang yang memiliki harapan ini pada-Nya akan menyucikan dirinya, sama seperti Ia itu suci adanya. Barangsiapa yang berdosa ia juga melanggar hukum, sebab dosa ialah pelanggaran hukum. Dan kamu mengetahui, bahwa Ia telah dinyatakan untuk membuang dosa-dosa kita; karena di dalam-Nya tidak ada dosa." 1 Yahya 3 : 1 - 5.
Akhirnya, kekasihku, “berikanlah perhatian yang lebih besar” kepada
|